Sahabat.com - Demam pada bayi berusia di bawah tiga bulan tidak boleh dianggap sepele. Meski bayi masih terlihat aktif, tidak rewel, atau tetap mau menyusu, peningkatan suhu tubuh bisa menjadi tanda infeksi serius yang membutuhkan pemeriksaan medis segera.
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio(K), mengingatkan orang tua agar memberikan perhatian khusus ketika bayi dalam kelompok usia tersebut mengalami demam.
Menurut Piprim, sistem kekebalan tubuh bayi yang masih berkembang membuat gejala infeksi perlu diwaspadai dan ditangani dengan cepat. Karena itu, orang tua tidak disarankan hanya mengamati kondisi bayi di rumah tanpa pemeriksaan tenaga medis.
"Apabila suhu tubuh bayi mencapai 38°C atau lebih, orang tua harus segera membawa bayi ke dokter atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan meskipun bayi tampak masih aktif atau mau menyusu," kata Piprim kepada ANTARA, Senin.
Ia juga menegaskan, orang tua sebaiknya tetap membawa bayi ke fasilitas pelayanan kesehatan meskipun kondisi bayi terlihat baik atau suhu tubuhnya sudah kembali menurun.
Mengapa Demam pada Bayi di Bawah 3 Bulan Perlu Diwaspadai?
Demam merupakan salah satu tanda tubuh sedang merespons suatu kondisi, termasuk infeksi. Pada bayi berusia di bawah tiga bulan, demam dapat berkaitan dengan infeksi virus maupun infeksi bakteri yang lebih serius.
Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai antara lain infeksi saluran kemih, infeksi darah, dan meningitis atau peradangan selaput otak. Namun, penyebab demam tidak bisa dipastikan hanya berdasarkan suhu tubuh atau kondisi bayi yang terlihat dari luar.
Bayi yang mengalami infeksi serius juga belum tentu menunjukkan gejala yang jelas. Karena itu, bayi yang masih aktif dan mau menyusu tetap membutuhkan pemeriksaan apabila suhu tubuhnya mencapai 38°C atau lebih.
Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua Saat Bayi Demam
Sambil bersiap membawa bayi ke fasilitas kesehatan, orang tua dapat melakukan beberapa langkah berikut untuk menjaga kenyamanan bayi.
1. Tetap berikan ASI
Piprim menganjurkan orang tua tetap memberikan ASI ketika bayi mengalami demam. ASI membantu memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi bayi.
Namun, jika bayi sulit dibangunkan, sangat lemas, atau mengalami gangguan pernapasan, segera cari pertolongan medis darurat.
2. Kenakan pakaian yang nyaman
Gunakan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu tebal. Hindari membedong bayi secara berlebihan karena dapat membuat tubuhnya semakin panas.
3. Jangan memberikan obat tanpa arahan dokter
Orang tua tidak boleh sembarangan memberikan obat penurun panas, antibiotik, atau obat lainnya kepada bayi di bawah tiga bulan tanpa arahan tenaga medis. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk menilai penyebab demam dan menentukan penanganan yang tepat.
4. Hindari ramuan tradisional
Jangan mencoba mengatasi demam dengan ramuan tradisional atau bahan yang belum terbukti aman bagi bayi. Cara tersebut berisiko menunda penanganan medis yang dibutuhkan.
5. Jangan memberikan makanan yang tidak aman
Bayi harus mendapatkan asupan sesuai usia dan tahap perkembangannya. Hindari memberikan makanan atau minuman yang tidak sesuai, termasuk telur mentah atau telur setengah matang.
IDAI Ingatkan Risiko Infeksi dari Telur Mentah
Selain mengingatkan bahaya demam, IDAI juga menyoroti keamanan makanan yang diberikan kepada bayi. Perhatian ini muncul menyusul pemberitaan mengenai bayi yang dilaporkan meninggal dunia setelah diduga diberi telur mentah oleh anggota keluarganya di Surabaya.
Dalam keterangan tertulis, Piprim menjelaskan bahwa telur mentah maupun telur yang dimasak kurang matang berisiko mengandung bakteri Salmonella.
Bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi yang memicu gejala seperti diare, demam, muntah, dan sakit perut. Pada bayi, infeksi dapat menimbulkan komplikasi serius sehingga keamanan makanan perlu menjadi perhatian seluruh anggota keluarga.
Orang tua sebaiknya memberikan makanan sesuai usia bayi, memastikan bahan pangan dimasak hingga matang, serta mengikuti anjuran tenaga kesehatan mengenai pemberian makanan pendamping ASI.
Kenali Tanda Bahaya pada Bayi
Selain suhu tubuh 38°C atau lebih, orang tua perlu segera mencari pertolongan medis apabila bayi mengalami gejala seperti sulit dibangunkan, tidak mau menyusu, napas cepat atau sesak, kejang, kulit membiru, atau tampak sangat lemas.
Jangan menunggu seluruh gejala muncul sebelum mencari pertolongan. Jika bayi menunjukkan tanda kegawatan, segera bawa ke instalasi gawat darurat.
Jangan Tunggu Demam Turun Sendiri
Pesan utama IDAI kepada orang tua adalah tidak menunda pemeriksaan ketika bayi berusia di bawah tiga bulan mengalami demam. Suhu tubuh yang kembali normal atau bayi yang masih tampak aktif bukan jaminan bahwa tidak ada infeksi serius.
Jika suhu tubuh bayi mencapai 38°C atau lebih, segera bawa ke dokter atau fasilitas kesehatan. Sambil menuju fasilitas kesehatan, orang tua dapat tetap memberikan ASI, mengenakan pakaian yang nyaman, dan menghindari pemberian obat maupun ramuan tanpa arahan tenaga medis.
Pemeriksaan sejak dini membantu dokter mengidentifikasi kemungkinan penyebab demam dan menentukan penanganan sesuai kondisi bayi. Kewaspadaan orang tua menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan dan kesehatan Si Kecil.
Berbagai Sumber Informasi dan ANTARA
0 Komentar
Leave a comment