5 Hewan Berbahaya Tapi Berguna Untuk Menyembuhkan Luka

08 Januari 2024 17:29
Penulis: Supriyanto, kamutau
Lebah madu (radiobrite.com)

Sahabat.com - Ketika ada hewan berbahaya mendekat, dengan sigap kita akan menghindar dan menjauhinya karena takut digigit atau melukai kita.  Namun ada beberapa hewan meski masuk kategori berbahaya tapi dipelihara oleh manusia karena punya manfaat menyembuhkan.

Melansir dari misteriunik.com berikut lima hewan berbahaya tapi bermanfaat untuk penyembuhan.


1. Belatung

Belatung (agrozine.id)

Mendengar kata belatung, biasanya orang akan jijik dan membuangnya. Namun di dunia pengobatan, belatung ternyata dapat membantu proses penyembuhan pada luka atau jaringan yang terinfeksi.

Pertama, dokter akan mengangkat jaringan yang terinfeksi atau mati dengan pisau bedah atau enzim (debridement), lalu 50-100 belatung spesies Lucilia Sericata ditempelkan pada luka pasien dan dibiarkan selama dua hari. 

Prosedur ini diulangi hingga rata-rata lima kali. Belatung mengeluarkan suatu zat ke dalam luka yang mencairkan jaringan mati kemudian menelannya. 

Paduan antara luka-luka yang telah dibersihkan dan zat lainnya yang terkandung dalam cairan belatung memungkinkan terbentuknya jaringan granulasi, yaitu jenis jaringan ikat yang terbentuk selama penyembuhan luka.

2. Tarantula

TTarantula (en.wikipedia.org)

Protein yang ada pada bisa tarantula spesies Chilian Rose berpotensi untuk mengatasi penyakit distrofi otot. Pada penderita penyakit ini, serabut ototnya mengalami kerusakan sehingga fungsi ototnya terganggu dan melemah secara progresif.

Namun secara spesifik, protein dari tarantula ini akan membantu memperlambat proses pelemahan sel-sel ototnya. Manfaat bisa tarantula ini ditemukan ilmuwan asal University of Buffalo, Frederick Sachs, PhD.

Meskipun pengobatan dengan bisa ini belum diuji cobakan pada manusia, protein ini telah berhasil membantu tikus yang mengalami distrofi otot memperoleh kekuatannya kembali pada percobaan awal. Setidaknya berdasarkan percobaan yang dilakukan Sachs, protein ini bisa membantu mengatasi kondisi distrofi otot pada manusia.

3. Lintah

Lintah (ceriasihat.com)

Penyakit yang paling banyak disembuhkan dengan terapi lintah adalah penyakit jantung koroner, gagal jantung, kebocoran jantung, pembengkakan jantung dan migrain. 

Lintah yang biasa digunakan untuk terapi adalah lintah jenis Medicinalis yang diambil dari hutan daerah tertentu yang masih dianggap steril atau lintah Medicinalis yang telah diternakkan.

Pada terapi ini prosesnya adalah menempelkan 2 lintah di titik-titik yang menjadi pusat penyakit selama setengah sampai satu jam, lalu lintah tersebut dilepas dan pasien akan diberikan ramuan herbal untuk menunjang penyembuhan. 

Pada saat lintah ditempelkan maka akan mengeluarkan lendir yang berguna untuk meregenerasi saraf, mengeluarkan darah kotor dan menyembuhkan penyakit.

4. Laba-laba Phoneutria Nigriventer

 

Laba-laba (desktepi.ro)

Bisa Laba-laba Mampu Meningkatkan Ereksi pada Pen*s. Awalnya peneliti dari AS dan Brazil menemukan fakta bahwa pria yang penisnya tergigit laba-laba asal Brazil (Phoneutria nigriventer) merasakan kesakitan yang luar biasa tapi penisnya juga mengalami ereksi hingga beberapa jam. 

Laba-laba paling berbisa asal Brazil (Phoneutria nigriventer) ini banyak ditemukan di daerah Amerika Selatan dan Tengah. Laba-laba jenis ini diketahui sebagai laba-laba paling berbisa di kedua wilayah tersebut. 


Kemudian peneliti mengambil racun yang dikeluarkan dari gigitan laba-laba, mengisolasinya dan memurnikannya menjadi jenis racun Tx2-6 dan diinjeksikan pada tikus yang menderita hipertensi serta erectile dysfunction (ED) dengan dosis tertentu.

Peneliti kemudian mengukur kadar racun Tx2-6 dalam penis tikus dan ternyata racun tersebut dapat membuat jaringan penile yang ada di penis tikus berkontraksi dan berelaksasi. Kandungan nitrit oksida yang berfungsi dalam proses ereksi pun meningkat di bagian penis tersebut.

5. Lebah Madu
Lebah Dapat Digunakan Sebagai Bius Lokal

Lebah Madu (paktanidigital.com)

Beberapa waktu lalu tim peneliti dari Perancis dan Yunani menemukan anestesi lokal yang terkandung dalam tubuh lebah. Senyawa yang diberi nama 2-heptanone (2-H) tersebut dapat digunakan sebagai obat bius lokal untuk hewan dan manusia.

Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment