Sahabat.com - Makan menggunakan sumpit mungkin sudah menjadi hal biasa, terutama saat menikmati hidangan khas Asia seperti mi, sushi, ramen, atau dim sum. Namun, tahukah kamu bahwa dalam sejumlah tradisi Asia, ada berbagai pantangan saat menggunakan sumpit yang dipercaya berkaitan dengan kesialan, kematian, hingga tata krama ketika makan bersama?
Sumpit bukan sekadar alat makan. Dalam budaya Tionghoa dan Jepang, penggunaannya juga berkaitan dengan nilai kesopanan, penghormatan terhadap orang lain, serta tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Menariknya, tidak semua pantangan tersebut merupakan mitos tentang kesialan. Sebagian besar juga menjadi aturan etika makan yang masih dijaga hingga sekarang.
7 Mitos dan Pantangan Makan Pakai Sumpit
1. Menancapkan Sumpit Tegak Lurus di Mangkuk Nasi
Pantangan ini menjadi salah satu yang paling dikenal dalam budaya Tionghoa. Menancapkan sumpit secara vertikal di tengah nasi dianggap menyerupai dupa atau hio yang ditancapkan saat ritual penghormatan kepada orang yang telah meninggal.
Karena kemiripan tersebut, tindakan ini dikaitkan dengan suasana duka dan kematian. Oleh sebab itu, kebiasaan ini sebaiknya dihindari, terutama ketika makan bersama keluarga atau menghadiri jamuan tradisional.
2. Menusuk Makanan Menggunakan Sumpit
Sumpit pada dasarnya digunakan untuk menjepit dan mengambil makanan, bukan menusuknya seperti menggunakan garpu. Dalam etika makan tradisional, menusuk makanan dengan sumpit dapat dinilai kurang sopan atau menunjukkan ketidaksabaran.
Meski demikian, kebiasaan dan penilaiannya dapat berbeda tergantung jenis makanan serta budaya setempat.
3. Menunjuk Orang Menggunakan Sumpit
Menunjuk seseorang dengan sumpit dianggap tidak sopan, mirip dengan menunjuk orang menggunakan jari secara langsung.
Selain berpotensi menyinggung orang lain, gerakan tersebut juga dapat mengganggu kenyamanan saat makan bersama. Sebaiknya, letakkan sumpit terlebih dahulu jika ingin berbicara atau menunjukkan sesuatu.
4. Mengetuk Mangkuk dengan Sumpit
Dalam sejumlah tradisi Tionghoa, mengetuk mangkuk menggunakan sumpit dikaitkan dengan kebiasaan pengemis yang mengetuk wadah untuk meminta makanan.
Karena asosiasi tersebut, tindakan ini dianggap kurang pantas dalam jamuan makan. Mengetuk mangkuk juga dapat mengganggu orang lain yang sedang menikmati hidangan.
5. Menggunakan Satu Batang Sumpit untuk Mengaduk Makanan
Sumpit sebaiknya digunakan sepasang untuk mengambil makanan. Menggunakan satu batang untuk mengaduk-aduk hidangan, terutama makanan yang disajikan bersama, dapat dianggap tidak menghormati makanan maupun orang lain.
Saat makan bersama, ambillah makanan secukupnya tanpa mengacak-acak hidangan yang tersedia di tengah meja.
6. Mengisap atau Menjilat Ujung Sumpit
Menjilat atau mengisap sisa bumbu pada sumpit dinilai kurang sopan, khususnya dalam acara makan formal. Kebiasaan ini juga dapat mengurangi kenyamanan orang lain apabila sumpit digunakan untuk mengambil makanan dari hidangan bersama.
Karena itu, gunakan sumpit secara wajar dan hindari kebiasaan yang kurang higienis.
7. Memegang Sumpit secara Terbalik
Dalam tata krama makan tradisional, sumpit digunakan dengan bagian ujung yang semestinya untuk mengambil makanan. Memegangnya secara terbalik ketika makan dapat dianggap tidak sesuai dengan etika penggunaan sumpit.
Namun, dalam beberapa situasi, ujung sumpit yang bersih justru dapat digunakan untuk mengambil makanan bersama, apabila memang sesuai dengan kebiasaan setempat dan tidak mencemari hidangan.
Lalu, Bagaimana Cara Meletakkan Sumpit yang Benar?
Ketika berhenti makan untuk berbicara atau minum, jangan menancapkan sumpit ke dalam nasi. Letakkan sumpit pada penyangga khusus yang disebut chopstick rest.
Jika penyangga tidak tersedia, sumpit dapat diletakkan dengan rapi di tepi mangkuk atau piring sesuai tata cara yang berlaku di tempat tersebut. Hindari meletakkannya sembarangan, terutama jika ujung sumpit bersentuhan langsung dengan permukaan meja yang kurang bersih.
Selain itu, jangan menggunakan sumpit untuk menunjuk orang, mengambil makanan secara berlebihan, atau memindahkan makanan langsung dari sumpit seseorang ke sumpit orang lain. Dalam tradisi pemakaman Jepang, pemindahan tulang menggunakan sumpit secara berpasangan memiliki makna ritual khusus sehingga gerakan serupa di meja makan umumnya dihindari.
Mitos atau Etika? Ini Penjelasannya
Berbagai pantangan makan menggunakan sumpit tidak selalu berarti tindakan tersebut benar-benar mendatangkan kesialan. Sebagian merupakan simbol budaya yang terbentuk dari tradisi, kepercayaan, dan kebiasaan masyarakat selama bertahun-tahun.
Misalnya, larangan menancapkan sumpit di tengah nasi berkaitan dengan ritual penghormatan kepada orang meninggal. Sementara itu, larangan menunjuk orang atau menjilat sumpit lebih berkaitan dengan kesopanan dan kebersihan.
Aturan penggunaan sumpit juga tidak sepenuhnya sama di setiap negara. Budaya Tionghoa, Jepang, Korea, dan negara Asia lainnya memiliki kebiasaan makan masing-masing.
Pada akhirnya, memahami etika makan menggunakan sumpit bukan hanya soal menghindari mitos, tetapi juga menghargai budaya dan orang-orang yang makan bersama kita. Jadi, saat menikmati hidangan Asia berikutnya, pastikan kamu menggunakan sumpit dengan benar agar pengalaman makan terasa lebih nyaman dan menyenangkan.
Sumber: ANTARA dan Berbagai Sumber
0 Komentar
Jangan Sembarangan! 7 Mitos dan Pantangan Makan Pakai Sumpit yang Dipercaya dalam Budaya Asia
Studi: Perubahan Suara Bisa Jadi Tanda Awal Risiko Demensia
Gokil! Sepatu Basket Michael Jordan Laku Rp126 Miliar
Gara-gara Menu, Keluarga Mempelai Laki-laki Batalkan Pernikahan
Unik! Istri di Malaysia Gugat Cerai Suami lewat Baliho
Muhammad jadi Nama Bayi Laki-laki Paling Populer di Inggris 2023
California-AS Ubah Air Comberan Jadi Air Minum
Heboh! Nenek 112 Tahun Ingin Menikah kedelapan Kalinya
Ajaib! Perempuan 70 Tahun Ini Lahirkan Bayi Kembar
Leave a comment