Sahabat.com - Mengingatkan anak tentang hal penting terkadang menjadi tantangan bagi orangtua. Anak bisa saja lupa, tidak langsung merespons, atau justru merasa tertekan ketika terus-menerus dinasihati dengan nada tinggi.
Padahal, cara orangtua menyampaikan pesan dapat memengaruhi bagaimana anak memahami dan mengingat instruksi. Karena itu, orangtua perlu menggunakan pendekatan yang tenang, jelas, dan tidak terkesan menggurui.
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan agar anak lebih mudah memahami pengingat dari orangtua.
1. Gunakan Kalimat Singkat dan Jelas
Hindari memberikan terlalu banyak instruksi sekaligus. Sampaikan satu hal terlebih dahulu dengan kalimat sederhana agar anak lebih mudah memahami apa yang harus dilakukan.
Misalnya, daripada meminta anak merapikan kamar, menyiapkan tas, dan memakai sepatu dalam satu waktu, orangtua bisa mengingatkannya secara bertahap.
2. Lakukan Kontak Mata
Sebelum memberikan pengingat, pastikan anak memperhatikan. Orangtua bisa mendekat, memanggil namanya, dan mensejajarkan posisi tubuh agar komunikasi terasa lebih nyaman.
Cara ini membantu anak fokus pada pesan yang disampaikan tanpa harus membentak atau mengulang perkataan berkali-kali.
3. Beri Anak Waktu untuk Merespons
Ketika diingatkan, anak tidak selalu bisa langsung bertindak. Berikan beberapa saat agar mereka dapat memahami instruksi dan mempersiapkan diri untuk melakukannya.
Jika anak belum merespons, orangtua bisa mengulangi pengingat dengan tenang, bukan langsung memarahinya.
4. Ganti Larangan dengan Kalimat Positif
Orangtua dapat mencoba mengarahkan anak melalui kalimat yang menjelaskan tindakan yang diharapkan.
Contohnya, ubah kalimat "Jangan lari!" menjadi "Jalan pelan-pelan, ya." Kalimat "Jangan berantakan!" juga bisa diganti dengan "Yuk, mainannya kita rapikan setelah bermain."
Dengan begitu, anak mendapat arahan yang lebih jelas tentang perilaku yang sebaiknya dilakukan.
5. Gunakan Pengingat Visual
Anak juga bisa terbantu dengan pengingat yang dapat dilihat setiap hari. Orangtua dapat membuat daftar kegiatan bergambar, jadwal harian, atau catatan sederhana yang ditempel di tempat strategis.
Misalnya, daftar persiapan sekolah yang berisi gambar buku, botol minum, bekal, dan sepatu. Cara ini membantu anak belajar mengingat tanggung jawabnya secara bertahap.
6. Bangun Rutinitas yang Konsisten
Kebiasaan yang dilakukan secara berulang dapat membantu anak mengenali urutan kegiatan sehari-hari. Orangtua bisa membiasakan anak menyiapkan perlengkapan sekolah pada malam hari, merapikan mainan setelah digunakan, atau mencuci tangan sebelum makan.
Rutinitas yang konsisten membuat anak lebih terbiasa melakukan sesuatu tanpa harus selalu diingatkan.
0 Komentar
Aneh Tapi Nyata: Viagra Diklaim Bisa Balikkan Gangguan Pendengaran
Bayi di Morowali Utara Diberi Nama Anies Rasyid Baswedan, Pasangan Ini Ungkap Alasannya
Isra Mi'raj, Perjalanan Spiritual Nabi Muhammad SAW Penuh Pesan dan Hikmah Bagi Umat Muslim
Pria Ini Koleksi 1.136 Kartu Kunci Hotel, Cetak Rekor Dunia
Leave a comment