Bukan Sekadar Camilan, Ini Asal-Usul Kuaci yang Jarang Diketahui

21 Oktober 2026 10:40
Penulis: Beno Junianto, kamutau
ilustrasi Kuaci (IG Kuaci Rebo)

Sahabat.com - Kuaci menjadi salah satu camilan yang digemari banyak orang. Bentuknya kecil, rasanya gurih, dan sering menemani waktu bersantai, menonton televisi, hingga berkumpul bersama keluarga. Namun, pernahkah terpikir dari mana sebenarnya kuaci berasal?

Selama ini, sebagian orang mungkin mengenal kuaci hanya sebagai biji kecil berwarna hitam atau belang yang dijual dalam kemasan. Padahal, kuaci berasal dari biji tanaman, terutama bunga matahari, semangka, dan labu.

Setiap jenis kuaci memiliki karakteristik, warna, dan tekstur yang berbeda. Proses pengolahannya pun membuat biji-bijian tersebut menjadi camilan yang nikmat dikonsumsi.

1. Kuaci Bunga Matahari, Berasal dari Bagian Tengah Bunga

Kuaci bunga matahari merupakan salah satu jenis yang paling populer. Camilan ini berasal dari biji tanaman bunga matahari (Helianthus annuus).

Biji tersebut tumbuh pada bagian tengah bunga matahari yang berbentuk bundar. Setelah tanaman mencapai kematangan, bagian kepala bunga akan mengering dan bijinya dapat dipanen.

Biji bunga matahari kemudian dipisahkan dari bagian bunganya, dibersihkan, dan diolah sebelum dikonsumsi. Ada yang dijual dengan kulit bercorak hitam atau belang, sementara bagian dalamnya memiliki warna lebih terang.

Kuaci bunga matahari biasanya dikonsumsi dengan cara memecahkan kulit bijinya terlebih dahulu untuk mengambil bagian dalam yang bisa dimakan.

2. Kuaci Semangka, Berasal dari Biji Buah

Selain bunga matahari, kuaci juga dapat berasal dari biji semangka. Jenis ini umumnya memiliki kulit berwarna hitam, terkadang dengan bagian tepi yang tampak lebih terang.

Biji semangka yang digunakan sebagai camilan dapat berasal dari varietas yang memiliki biji cukup besar. Setelah dipanen, biji dibersihkan dan dikeringkan, kemudian dapat dipanggang atau diberi bumbu sesuai selera.

Tidak semua biji semangka yang ditemukan ketika memakan buah otomatis diolah menjadi kuaci siap santap. Produk kuaci biasanya melalui proses pemilihan dan pengolahan agar lebih nyaman dikonsumsi.

Biji semangka juga mengandung protein, lemak, dan sejumlah mineral. Kandungan nutrisinya dapat berbeda bergantung pada jenis biji dan cara pengolahannya.

3. Kuaci Labu, Berukuran Lebih Besar dengan Bagian Dalam Berwarna Hijau

Jenis lainnya adalah kuaci yang berasal dari biji buah labu. Biji ini dikenal secara internasional sebagai pumpkin seeds, sedangkan biji labu yang sudah dikupas dan dikonsumsi sebagai pangan sering disebut pepitas.

Biji labu umumnya memiliki bentuk agak pipih dan warna kulit putih gading. Setelah kulitnya dilepas, bagian dalamnya berwarna hijau.

Biji labu dapat dikonsumsi sebagai camilan setelah dipanggang atau ditambahkan ke berbagai hidangan, seperti salad, sup, dan granola.

Selain memiliki rasa gurih dengan tekstur renyah, biji labu mengandung protein, lemak tak jenuh, serta mineral seperti magnesium dan seng. Karena itu, biji labu dapat menjadi salah satu pilihan camilan yang melengkapi pola makan bergizi seimbang.

Mengapa Kuaci Banyak Digemari?

Salah satu alasan kuaci disukai adalah sensasi memakannya yang khas. Pada kuaci yang masih berkulit, seseorang perlu membuka kulit bijinya terlebih dahulu untuk menikmati bagian dalamnya.

Selain itu, kuaci memiliki rasa gurih dan dapat diolah dengan berbagai pilihan bumbu, mulai dari rasa asin hingga manis. Ukurannya yang kecil juga membuatnya praktis dibawa dan dinikmati saat bersantai.

Meski demikian, konsumen sebaiknya memperhatikan jumlah garam dan bumbu tambahan pada produk kuaci kemasan. Konsumsi dalam jumlah wajar tetap penting, terutama bagi orang yang perlu membatasi asupan natrium atau kalori.

 

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment